PACAR KU "ANNA"DI PERKOSA DI TEMPAT KARAOKE
CERITA HOT 18++
Kejadian ini terjadi karena saya dan
pacar saya, Anna, pergi berkaraoke baik beramai-ramai dengan teman-teman
kami maupun hanya kami berdua. Suatu hari saya diberitahu oleh teman
saya bahwa ada sebuah tempat karaoke di Kelapa Gading yang memutarkan
lagu-lagu karaoke dengan gambar-gambar wanita telanjang. Karena
penasaran dan ingin mengetahui lebih lanjut saya mengajak Anna untuk
pergi berkaraoke di tempat tersebut.
Saat malam minggu, sekitar jam 22.30 saya mengajak Anna untuk berkaraoke
di tempat tersebut dan Anna pun tidak keberatan, sebelumnya saya telah
memberitahukan Anna situasi dan keadaannya.
Sesampai di sana saya langsung membooking sebuah ruangan VIP, kami
terpaksa membooking ruangan untuk sepuluh orang karena ruangan itu yang
paling kecil. Lalu kami pun diantar oleh seorang wanita menuju ke
ruangan yang telah kami booking. Sesampainya di ruangan, wanita tersebut
menawarkan minuman dan makanan. Kami hanya memesan minuman dan makanan
kecil saja, kacang garing, karena baru sejam yang lalu kami makan.
Setelah menerima orderan, wanita tersebut langsung ke luar. Sementara
itu kami berdua mulai memilih lagu yang ingin kami nyanyikan maupun
hanya untuk didengar. Dua buah lagu telah selesai kami nyanyikan dan
pintu terbuka kembali dan masuklah wanita tadi sambil membawa pesanan
kami.
Setelah lama menunggu, kami merasa penasaran karena gambar-gambar yang
hot belum juga muncul di layar TV dan ternyata gambar-gambar hot itu
baru mulai muncul setelah jam 23.30 WIB. Melihat gambar-gambar wanita
telanjang itu membuat saya mulai tinggi nafsu seksnya. Saya mulai
merapatkan duduk saya dengan Anna dan mulai melingkarkan tangan saya di
pinggangnya. Anna rupanya peka akan perubahan keadaan yang terjadi dan
ia pun mulai menyandarkan tubuhnya ke dada saya sambil terus bernyanyi.
Saya sudah sulit berkonsentrasi dengan teks-teks yang tertulis di layar
TV, tangan saya pun mulai menjalankan tugasnya.
Pertama saya mulai meraba-raba punggungnya dan kemudian perlahan tapi
pasti tangan saya mulai berpindah ke bagian depan, tangan saya mulai
menyentuh gumpalan daging yang terbungkus rapi oleh BH berenda yang agak
tipis. Saya mulai meremas-remas ke dua gumpalan daging dengan
bernafsu, Anna mulai mengeluarkan desahan-desahan lembut yang menggoda.
Desahan Anna itu semakin membuat nafsu seks saya semakin meningkat dan
segera tangan saya menyelinap di balik kaosnya yang ketat dan langsung
saya lepaskan cantelan BH di punggungnya yang mulus. “Kunci dulu
pintunya sayang, entar kalo ada yang masuk gimana,” kata Anna, bergegas
aku menghampiri pintu dan mencari kuncinya. Pintunya tidak berkunci,
segera saya berputar otak. Sofa yang ada di dekat pintu saya dorong
hingga menempel dengan pintu, lumayan pintu itu tidak dapat langsung
terbuka karena terganjal oleh sebuah sofa.
Langsung saya balik ke sofa tempat saya duduk semula dan mulai
melepaskan kaos dan beha yang dikenakan Anna. Kali ini Anna tidak
keberatan dengan tindakan saya malah membantu saya melepaskan kaos yang
dikenakannya. Begitu kaos dan BH itu terlepas saya melihat dua
buah gumpalan daging yang sangat menggemaskan, ukurannya tidak terlalu
besar tapi sangat proporsional dengan tubuh Anna yang ramping. Walaupun
sering melihat Anna telanjang bulat, akan tetapi saya selalu terpesona
jika melihat buah dada Anna yang indah dan sekal itu. Tak kubiarkan
diriku terpesona terlalu lama, langsung kuraih buah dada Anna yang sudah
menantang untuk diremas-remas dan dihisap-hisap. Desahan halus kembali
terdengar ketika tanganku mulai
meremas-remas buah dadanya dan disertai dengan hisapan maupun jilatan.
“Ahh… ahh… ahh…, nikmat, nikmat, teruskan sayang jangan dilepaskan
hisapannya,” Anna bergumam dengan penuh nafsu.
Melihat Anna yang sudah mulai tinggi nafsunya, segera tangan saya pun
berpindah ke paha. Tangan saya pun mulai menyusup di bawah rok mininya
dan mulai meraba-raba paha yang putih mulus, sampai tangan saya meyentuh
CD-nya yang juga berenda. Segera saya pelorotkan CD itu dan tangan saya
pun kembali bergerilya di pahanya sampai di sebuah bukit kecil yang
tandus, Anna baru saja mencukur habis bulu rambut kemaluannya, sehingga
saya dapat dengan leluasa menemukan celah di
bukit itu. Segera tangan saya mulai menyusup masuk ke dalam celah dan
mulai memainkan clitorisnya yang empuk dan legit. Tubuh Anna mulai
bergetar sambil terus mengeluarkan suara desahan-desahan nikmat, ahh…
ahh… ahh…, nikmat sayang, nikmat sekali, sambil disertai
dorongan pantat Anna. Saya pun semakin bernafsu untuk meremas-remas kemaluannya.
Tiba-tiba Anna bangkit dari duduknya sambil berkata, “Mas mau lihat saya
menari striptease tidak?” Walaupun agak sedikit kaget karena Anna
tiba-tiba berdiri mendadak, segera aku menganggukkan kepala pertanda
setuju dengan usulnya. Anna pun kembali mengenakan seluruh pakaiannya
dan mulai memilih lagu yang akan menemaninya menari-nari.
Anna mulai berdiri di tengah-tengah ruangan dan ketika lagu mulai
dilantunkan, tubuh Anna mulai meliuk-liuk mengikuti irama lagu. Anna
meliuk-liukkan tubuh yang sintal dengan lemas dan menggairahkan, Anna
sesekali meremas-remas buah dadanya dan juga terkadang meraba-raba
kemaluannya sambil menjulurkan lidahnya. Satu lagu berlalu, Anna pun
mulai menanggalkan kaos dan BH-nya, sambil terus meliuk-liukkan
tubuhnya. Saya sebenarnya sudah tidak dapat menahan nafsu seks saya
lagi, apalagi melihat buah dada Anna bergoyang-goyang dengan
indahnya. Melihat saya yang mulai blingsatan karena nafsu, Anna semakin
hot meliuk-liukkan tubuhnya yang sintal dan tiba-tiba ia melepaskan rok
mininya terus melemparkannya ke saya. “Buka, buka, buka CD-nya,” kataku.
Mendengar teriakanku Anna semakin kerasukan dan ia semakin bernafsu
meliuk-liukkan badannya sambil terus meremas-remas buah dadanya supaya
saya semakin bernafsu.
Setelah puas melakukan gerakan-gerakan yang merangsang, Anna
membelakangiku dan mulai memelorotkan CD secara perlahan-lahan yang
semakin membuat nafsuku tidak tertahankan lagi. Segera saya tubruk
tubuhnya dan kuremas-remas buah dadanya dari belakang. Tanganku dengan
cepat menarik lepas CD-nya yang masih menempel di kakinya dan tanganku
langsung menyusup ke celah di bukitnya yang tandus. Anna punmenjerit
kenikmatan, “Aahh… ahh… ahh… nikmat, nikmat sekali teruskan, teruskan
ahh, ahh, ohh… Mas, Anna sudah tidak tahan nich pingin ngerasain tusukan
pedang Mas yang kuat dan perkasa,” katanya. “Ok, Anna,” segera
kulepaskan baju dan celana jeans yang kukenakan.
Tiba-tiba aku teringat bahwa aku membawa seutas tali dan penutup mata
yang akan kugunakan untuk mengikat tangan Anna dan juga menutupi kedua
matanya. Segera kusampaikan gagasanku itu sambil terus merangsangnya
dengan remasan-remasan di buah dadanya maupun di kemaluannya. Anna
mengangguk-angguk tanda ia menyetujui gagasanku itu, segera aku
mendudukkan tubuh Anna kembali di sofa dan saya pun mulai mengikat kedua
tangannya di sofa dan kemudian matanya pun
kututupi dengan selembar kain. Nafsuku benar-benar memuncak melihat Anna
yang dalam keadaan telanjang bulat, terikat dan tertutup matanya.
Melihat Anna yang sudah tidak berdaya dan pasrah, saya pun langsung
membuka CD yang kukenakan dan mengacunglah penis yang keras
dan gagah.
Ketika saya ingin mendekat ke tubuh Anna yang sedang duduk bersandar
dengan pasrahnya, tiba-tiba tubuh saya disergap dari belakang oleh tiga
laki-laki yang kekar dan langsung mulut saya dibekap dengan sebuah
gumpalan kain. Tubuh saya didudukkan di sofa berseberangan
(sofa di ruangan itu berbentuk huruf U) dengan tubuh telanjang Anna dan
tubuh saya pun diikat dengan kuat dan erat. “Sorry yach, gue pinjem dulu
wanita lu, lu nontonin aje kami bertiga menikmati tubuh wanita lu, ok.”
Selesai membereskan aku hingga tak berdaya, ketiga laki-laki itu mulai
menghampiri tubuh Anna yang masih telanjang dan duduk bersandar dengan
pasrahnya menunggu untuk disetubuhi.
Melihat tubuh Anna yang telanjang bulat tanpa seutas benang, dengan buah
dadanya yang sekal dan menantang serta bukit kemaluannya yang tandus
telah membuat nafsu seks ketiga laki-laki itu meninggi. Mereka pun lalu
melakukan undian terlebih dahulu untuk menentukan siapa yang
berhak menikmati Anna terlebih dahulu. Ternyata yang menang adalah
laki-laki yang agak kekar dan berkulit gelap, ia tersenyum menyeringai
dan segera menghampiri Anna dan mulai meremas-remas buah dadanya. Anna
tidak menyadari bahwa yang meremas-remas buah dadanya
bukanlah saya lagi, Anna hanya mengeluarkan lenguhan-lenguhan nikmat,
“Ahh, ahh, ahh, nikmat, nikmat sayang terus, terus, hisap, hisap
sayang.” Mendengar permintaan Anna untuk menghisap buah dadanya,
langsung laki-laki itu menghisap-hisap buah dada Anna yang menantang.
Hisapan dan jilatan laki-laki itu semakin membuat Anna bernafsu,
terlihat dari tubuhnya yang mengejang-ngejang dan juga puting susunya
tampak menegang. Anna sudah tidak dapat lagi menahan nafsunya, “Ayo
sayang masukkan barangmu, cepat sayang, ahh, ahh, aah, aku sudah
tidak tahan lagi nich,” seru Anna. Permintaan Anna segera disambut
dengan tusukan kemaluan laki-laki itu yang berukuran cukup besar,
panjangnya sekitar 17 cm dan tebalnya sekitar 4 cm. Mulanya ujung
kemaluan laki-laki itu hanya menempel di kemaluan Anna dan perlahan
tapi pasti ia mulai menggoyangkan pantatnya sehingga kemaluannya mulai
menusuk ke dalam kemaluan Anna. Setelah yakin kemaluannya pada arah yang
benar, langsung laki-laki itu menghentakkan pantatnya dengan keras
sehingga amblaslah seluruh kemaluannya ke dalam kemaluan Anna. Ahh… ah…
ahh, ooohh, nikmat sayang, nikmat, ohh… nikmatnya.” Desahan Anna semakin
membuat laki-laki itu mempercepat gerakan pantatnya sehingga juga
semakin membuat Anna menjerit nikmat.
Melihat temannya sedang asyik menikmati tubuh telanjang Anna, membuat
kedua laki-laki yang lainnya menjadi tidak tahan juga. Mereka pun
akhirnya menghampiri dan mulai ikut menikmati tubuh Anna dengan
meremas-remas dan menjilati serta menghisap buah dada Anna. Karena nafsu
sexnya yang sudah memuncak, Anna tidak menyadari bahwa yang menikmati
tubuhnya tidak hanya satu orang melainkan tiga orang. Anna hanya terus
mengeluarkan suara desahan-desahan nikmat, sampai suatu saat tubuh Anna
tiba-tiba mengejang dengan kuat yang menandakan bahwa ia telah mencapai
puncak kenikmatan yang ternyata dibarengi oleh tembakan dari kemaluan si
laki-laki itu. Satu menit tubuh Anna mengejang-ngejang dengan nikmat
dan kemudian tubuh Anna pun mulai
melemas.
Setelah selesai menunaikan tugasnya laki-laki yang pertama pun mencabut
senjatanya dan duduk di sofa dengan tubuh berkeringat. Laki-laki yang
kedua pun mulai melakukan tugasnya dengan mulai
merangsang Anna lagi dengan jilatan-jilatan di buah dadanya dan juga
remasan-remasan di kemaluannya. Setelah beberapa lama Anna mulai
terangsang lagi dan mulai terdengar kembali suara desahan nikmatnya.
Tanpa membuang waktu, laki-laki yang kedua pun mulai menancapkan
kemaluannya di lubang kemaluan Anna. Walaupun ukurannya tidak sebesar
laki-laki yang pertama tapi karena lubang kemaluan Anna yang masih
sempit maka tetap saja Anna merasa nikmat dan mulai mendesah, “Ahh, ah,
ahh, ooh… nikmat, nikmat, ahh… ahh… nikmat sekali.”
Setelah beberapa menit laki-laki yang kedua tidak lagi dapat menahan
semburan lahar panas. Rupanya Anna belum mendapatkan orgasme yang kedua
sehingga cepat-cepat laki-laki yang ketiga menancapkan kemaluannya ke
lubang kemaluan Anna yang sudah basah oleh cairan dari
laki-laki yang kedua dan juga cairan dari kemaluan Anna sendiri.
Laki-laki yang ketiga pun langsung menggempur Anna dengan kecepatan
tinggi sehingga nafsu Anna kembali meninggi dan Anna pun kembali
mengeluarkan desahan, “Ahh, ahh, ough… terus, terus, makin cepat, makin
cepat, ahh… ooogh… nikmat, nikmat, nikmat, ahh…” Setelah
beberapa menit kemaluan Anna terus digempur akhirnya tubuh Anna
mengejang dengan keras sambil menjerit nikmat, “Aahh… ooogh…” Anna telah
mencapai klimaksnya yang kedua yang juga dibarengi dengan semburan dari
laki-laki yang ketiga.
Setelah ketiga laki-laki itu menikmati tubuh Anna, muncul niat mereka
untuk membagi kenikmatan itu dengan teman-teman mereka yang lain yang
ada di ruangan VIP yang lain. “Bagaimana kalo kita bawa wanita ini ke
tempat teman-teman kita dan kita nikmatin bersama-sama,” kata salah satu
dari laki-laki itu. “Setujuuu…” kedua laki-laki itu menyahuti ajakan
tersebut. “Steve, cepat ambil kamera di tempat anak-anak, kita foto dulu
nich wanita biar dia nanti nurutin kemauan kita,” segera
laki-laki yang bernama Steve mengenakan kembali pakaiannya dan bergegas
keluar dari ruangan. Tak lama kemudian laki-laki yang bernama Steve itu
pun sudah kembali dan menenteng sebuah kamera.
“Bangun manis,” kata laki-laki itu seraya melepaskan tutup mata yang
masih menempel di mata Anna. Rupanya Anna tertidur setelah merasakan
kenikmatan orgasme sebanyak dua kali. Tubuh Anna terlihat menggeliat
perlahan dan mulai membuka matanya. Ketika Anna membuka matanya,
betapa terkejutnya ia melihat ternyata ada tiga laki-laki yang tidak ia
kenal ada di samping tubuhnya yang telanjang. Tubuh Anna meronta-ronta
sambil berkata, “Lepaskan saya, lepaskan saya.” “Sabar
manis, kami akan melepaskan ikatan kamu setelah kami selesai membuat
foto tubuhmu yang telanjang.” Segera laki-laki itu memotret
tubuhtelanjang Anna dari berbagai arah dan Anna pun tidak dapat berbuat
banyak untuk menutupi mukanya ataupun kemaluannya karena kedua
tangannya masih terikat di sofa.
Setelah laki-laki itu selesai membuat foto telanjang Anna segera ia
mengeluarkan film dari kamera dan mengantunginya. “Ok, manis kami sudah
selesai membuat foto telanjangmu jadi sekarang kamu nurut aja sama kami
atau kami cuci film ini dan kami sebarin ke temen-temen lu dan juga
orang tua lu!” Mendengar perkataan laki-laki itu Anna tersadar bahwa ia
tidak mempunyai pilihan lain selain menuruti kemauan mereka atau film
itu akan membuatnya malu di kemudian hari.
“Steve lepasin ikatannya.” Setelah ikatannya terlepas segera
Annammencari pakaiannya, tapi ternyata pakaiannya sudah berada dalam
genggaman salah satu laki-laki itu. “Ini yang kamu cari manis,”
sambil laki-laki itu menunjukkan pakaian Anna. “Udech lu nggak usah
mikirin buat make pakaian lu lagi, kami semua justru pengen ngeliat
tubuh lu yang mulus itu tanpa sehelai benang pun. Ayo sekarang luikut
kami ke ruang yang lain.” kata salah satu laki-laki itu. “Eh, gimana
nich dengan pacarnya, mau kita biarin di sini atau kita ajak aje
kesebelah biar dia bisa ngeliatin kita semua nikmatin tubuh wanitanya.”
kata temannya yang lain. “Bawa aje sekalian, ntar kalo
ketauan ama pelayan di sini bisa berabe, jangan lupa bajunya juga dibawa.”
Kami berdua pun digiring dalam keadaan telanjang bulat keluar dari
ruangan itu dan menuju ke sebuah ruangan lain yang ada di ujung.
Sesampai di ruangan itu ternyata di situ ada delapan orang laki-laki
yang sedang asyik berkaraoke sambil minum-minuman keras. “Hay
teman-teman, gue bawain oleh-oleh nich buat kita nikmati bersama-sama
sampe puas”, seraya laki-laki itu mendorong tubuh telanjang Anna ke
tengah-tengah ruangan. Melihat tubuh Anna yang telanjang bulat,
segera semua laki-laki itu berteriak-teriak kegirangan. “Wow, ok bener
nich oleh-oleh lu, dapat dari mana? Dan siapa tuch laki-laki yang lu
bawa?” tanya temannya. “Gue nemuin wanita ini di ruangan
karaoke lain dan ini laki-laki adalah pacarnya, tapi dia udeh ngijinin
kita untuk nikmatin tubuh wanitanya kok, iya khan?” serayalaki-laki itu
mendorong tubuhku ke lantai hingga aku pun terjerembab di lantai. “Ok,
teman-teman mari kita mulai pestanya jangan
buang-buang waktu lagi.”
“Eh, lu nari-nari dulu dech buat kami makin nafsu dan lu musti
memohon-mohon kepada kami semua supaya kami mau nikmatin tubuh lu,” seru
salah seorang laki-laki itu. Mendengar perintah itu Anna hanya bisa
pasrah dan mulai menggoyangkan tubuhnya yang putih mulus itu.
“Ayo narinya yang semangat donk, kayak tadi waktu lu nari buat laki lu,”
rupanya laki-laki itu sudah mengintip kami dari awal. Dengan terpaksa
Anna pun mulai menggoyang-goyangkan tubuhnya dengan lebih bersemangat
dan Anna pun berusaha menikmati keadaan itu. Lama
kelamaan pun Anna semakin hot menggoyangkan tubuh sambil meremas-remas
buah dadanya dan juga kemaluannya, sambil mengeluarkan suara desahan,
“Aahh, ahh, ayo nikmatin tubuh saya, ahh… ahh, ayo siapa yang mau
nikmatin saya, ayo silakan nikmatin tubuh saya, aahh,
ahh, jangan malu-malu.”
Melihat Anna yang menari-nari dengan hot, maka semua laki-laki itu mulai
melepaskan pakaiannya satu-persatu hingga telanjang bulat. Anna sempat
terkaget-kaget ketika melihat kemaluan laki-laki itu yang sudah berdiri
tegak semua dan sebagian besar berukuran besar, lebih kurang 18 cm dan
ketebalannya sekitar 4,5 cm. “Ayo manis silakan pilih yang mana yang mau
lu pake duluan,” sambil kesebelas laki-laki itu merubungi tubuh
telanjang Anna. Rupanya dikelilingi laki-laki telanjang telah membuat
sensasi lain bagi Anna, ia merasakan suatu keinginan yang selama ini
terpendam dalam dirinya, yaitu berhubungan seks dengan beberapa orang
laki-laki sekaligus dapat terwujudkan
walaupun keadaan ini sebenarnya tidak ia inginkan. Melihat kesebelas
penis mengacung di dekatnya seakan-akan meminta untuk dielus dan
diremas, maka Anna sengaja memainkan penis-penis itu sehingga membuat
para laki-laki itu semakin tidak dapat menahan nafsunya.
“Ayo cepetan pilihnya manis atau lu mau kita semua sekaligus menikmati
tubuh lu.” Anna hanya diam saja sambil ia memainkan dua buah kemaluan
yang ukurannya paling besar sehingga membuat kedua laki-laki itu
blingsatan keenakan, “Oohh… ohh… nikmat juga remesan lu manis.” Tetapi
hanya sebentar saja Anna memainkan kedua kemaluan itu segera ia
berpindah ke kemaluan yang lainnya lagi. “Rupanya lu minta dikerjain
sekaligus dengan beberapa laki-laki, ok
kalo itu maunya lu maka akan kami berikan manis.”
Anna pun disuruh berlutut dan menghisap kemaluan salah seorang laki-laki
dan setelah cukup basah maka Anna pun disuruh berjongkok di atas
kemaluan laki-laki yang berdiri tegak, dengan perlahan Anna mulai
memasukkan kemaluan itu ke dalam kemaluannya, dengan perlahan tapi pasti
kemaluan itu terbenam semuanya ke dalam kemaluan Anna yang diiringi
jeritan nikmat dari Anna, “Ahh… ahh… ahh.” Kemudian Anna disuruh
menumpukkan tubuhnya dengan kedua buah tangannya sehingga pantat Anna
agak menungging yang segera disambut dengan kemaluan yang
telah ia jilati, perlahan tapi pasti kemaluan itu menerobos masuk ke
lubang pantatnya, tubuh Anna mengejang karena lubang pantatnya terasa
nyeri dengan masuknya kemaluan itu, tiba-tiba laki-laki itu
menghentakkan dengan keras pantatnya sehingga seluruh kemaluannya amblas
ke dalam lubang pantat Anna, dan Anna pun menjerit antara nikmat dan
sakit.
Melihat mulut Anna yang terbuka lebar, seorang laki-laki yang tepat
berdiri di depan muka Anna langsung memasukkan kemaluannya ke dalammulut
Anna sehingga Anna pun tersedak karena sekarang mulutnya tersumpal
dengan kemaluan. Selain itu dua orang laki-laki lain tidak
mau menyia-nyiakan buah dada Anna yang ranum dan sekal itu, segera kedua
laki-laki itu pun menjilati dan menghisap-hisap dengan penuh nafsu.
Jadilah Anna dinikmati oleh lima orang sekaligus yang membuat Anna tidak
dapat menahan nikmat yang dirasakan, sakit yang dirasakan di lubang
pantatnya pun telah berubah menjadi kenikamtan yang tiada taranya.
Dengan penuh semangat kelima laki-laki itu pun menikmati tubuh mulus
Anna sehingga membuat Anna sampai orgasme tiga kali dan pada orgasme
yang keempat kenikmatan itu semakin lengkap dengan disertai semburan
dari tiga kemaluan laki-laki yang memenuhi di
setiap lubang yang dimilikinya, kemaluannya, lubang pantatnya dan
mulutnya. Ketiga laki-laki yang telah mendapatkan kenikmatan segera
digantikan dengan tiga orang laki-laki lainnya dan hal ini terus
dilakukan sampai semua laki-laki mendapatkan kepuasannya dan Anna pun
sudah tidak terhitung lagi berapa kali ia mendapatkan orgasmenya.
Setelah lebih kurang 3 jam para laki-laki itu menikmati Anna, mereka pun
kecapaian dan beristirahat. Anna pun kecapaian dan terkulai lemas
dengan perasaan nikmat yang tidak terlupakan.

Post a Comment